Batik Moders 2019

Batik merupakan seni budaya asli warisan leluhur kita bangsa Indonesia. Pada awalnya batik hanya dibuat dan dipakai oleh kalangan dalam kerajaan saja. Namun seiring berjalannya waktu, batik bukan lagi hanya busana keluarga keraton saja melainkan sudah secara luas dipakai oleh masyarakat. Baik itu masyarakat tingkat atas maupun masyarakat tingkat bawah.

Batik Tradisional

Pada masa dahulu, seni batik tradisional memiliki burden serta warna dan corak yang terbatas. Dari sisi burden batik yang digunakan, beberapa burden yang terkenal misalnya seperti burden sekar jagad, sidoluhur, kawung, semen, sido asih, tambal, sidomukti dan masih banyak lagi. Masing masing burden batik mempunyai makna serta filosofi tertentu dan biasanya juga dikenakan pada acara acara adat yang tertentu pula. Dari sisi kain yang digunakan, dulu baju batik dibuat hanya pada kain putih yang terbuat dari kapas atau kain mori saja. Demikian pula dari segi pewarnaan, warna yang digunakan didominasi warna warna seperti coklat, hitam dan putih saja atau warna soga.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, serta karena pengaruh berbagai budaya asing, burden batik sudah berkembang dan berasimilasi dengan budaya-budaya luar yang datang ke Indonesia yang memunculkan beranekaragam burden batik baru. Penggunaan warna merah misalnya, terlihat adanya pengaruh dari budaya Cina, juga dengan munculnya burden batik archetype yang juga memperlihatkan adanya pengaruh budaya Cina. Pengaruh eropa terlihat pada burden batik bunga tulip, kereta kuda dan lain lain.

Kain yang digunakan pun semakin beragam, tidak hanya kain mori saja melainkan juga dibuat pada kain sutera, poliester, katun dan masih banyak lagi. Warna-warna cerah semakin banyak digunakan. Batik avant-garde tidak lagi terbatas pada warna coklat, hitam putih saja, tapi juga warna seperti ungu, biru, orange banyak digunakan pada baju batik modern.

Batik Modern

Trend baju batik avant-garde mulai terasa setelah tahun 2009 setelah adanya pengakuan dari UNESCO bahwa batik merupakan warisan budaya asli bangsa Indonesia. Trend baju batik avant-garde telah memberikan efek yang luar biasa terhadap baju batik itu sendiri. Baju batik yang dulu kesannya kaku, serius, bajunya orang tua, kini telah dikenakan oleh semua lapisan umur, mulai dari anak, remaja dan juga orang tua. Bahkan banyak perusahaan dan instansi pemerintah yang mewajibkan memakai baju batik pada hari-hari tertentu. Baju batik kini juga relatif bisa dikenakan di setiap acara baik resmi maupun tidak resmi. Bahkan mengenakan baju batik seperti sudah menjadi trend tersendiri.

Munculnya archetypal baju batik avant-garde juga membuat batik mampu bersaing dengan banyaknya baju dari barat yang juga sangat digemari di Indonesia. Hal ini tentunya sangat membanggakan dan merupakan salah satu cara untuk melestarikan warisan luhur nenek moyang kita. Secara tidak langsung, para produsen, dan perajin batik sudah sangat berperan dalam melestarikan batik ini.

Bagaimana dengan kita? Dengan adanya baju batik avant-garde dan up to date serta sesuai dengan perkembangan jaman, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memakai baju batik dengan alasan kuno, atau terlalu resmi atau kayak orang tua. Archetypal baju batik avant-garde tidak lagi memberikan kesan kesan tersebut. Mari kita pakai baju batik, kalau bukan kita siapa lagi?